Pemetaan Potensi Ekonomi Kawasan Transmigrasi Mendorong Produktivitas

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:05:57 WIB
Pemetaan Potensi Ekonomi Kawasan Transmigrasi Mendorong Produktivitas

JAKARTA - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pentingnya pemetaan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi untuk menciptakan wilayah yang lebih produktif. 

Hal ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi risiko lahan terlantar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Dalam acara jumpa pers di Jakarta, Iftitah menekankan bahwa strategi transmigrasi kini telah bertransformasi dari sekadar pembagian lahan menjadi penguatan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Pemetaan ini adalah bagian dari perubahan besar dalam paradigma transmigrasi, yang sebelumnya lebih fokus pada distribusi lahan. Namun, seiring dengan berkembangnya kebutuhan dan tantangan baru, Kementerian Transmigrasi mengalihkan fokusnya pada penciptaan peluang ekonomi yang lebih luas, di luar hanya sektor pertanian. 

“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” ungkap Iftitah.

Perubahan Paradigma Transmigrasi untuk Ekosistem Ekonomi yang Berkelanjutan

Pada masa lalu, transmigrasi lebih berfokus pada pemindahan penduduk dan pemberian lahan agar mereka bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. 

Namun, seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan keterbatasan lahan yang ada, pembagian lahan tak lagi bisa menjadi satu-satunya solusi. 

Dengan meningkatnya tantangan yang dihadapi, kementerian kini memutuskan untuk mengubah pendekatan, yakni dengan menciptakan ekosistem ekonomi yang dapat berfungsi secara berkelanjutan dan inklusif.

Sebagai bagian dari langkah strategis ini, Kementerian Transmigrasi mengirim lebih dari 2.000 peneliti untuk melakukan pemetaan di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia pada tahun 2025. 

Peneliti-peneliti ini ditugaskan untuk menemukan potensi ekonomi yang dapat digali lebih lanjut di daerah-daerah tersebut. Pemetaan ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa setiap kawasan transmigrasi dapat berkembang menjadi pusat ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Pemetaan ini merupakan langkah penting untuk menemukan potensi ekonomi yang ada di kawasan transmigrasi. Dari situ, kita bisa menggali potensi lebih dalam dan mengembangkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Iftitah.

Identifikasi Sumber Daya Alam untuk Pembangunan Ekonomi Daerah

Hasil dari pemetaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa potensi ekonomi di kawasan transmigrasi tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup berbagai sektor lain yang dapat meningkatkan produktivitas daerah. 

Di antaranya adalah sektor perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, hingga pariwisata. Bahkan, beberapa daerah yang sebelumnya tidak diketahui memiliki potensi alam, kini mulai terungkap.

Iftitah mencontohkan beberapa daerah yang memiliki potensi baru yang belum banyak diketahui sebelumnya, seperti potensi pertambangan di Aceh Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Ini membuktikan bahwa kawasan transmigrasi masih memiliki banyak potensi yang belum digali secara maksimal.

Dengan menemukan potensi ini, Kementerian Transmigrasi berharap dapat mengembangkan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dapat menghidupkan perekonomian daerah tersebut. 

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan kawasan transmigrasi ini agar dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih beragam dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Iftitah.

Membangun Ekosistem Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi

Pengembangan kawasan transmigrasi kini lebih diarahkan pada penciptaan ekosistem ekonomi baru yang dapat mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan wilayah. Menurut Iftitah, program transmigrasi saat ini tidak hanya bertujuan untuk memindahkan penduduk, tetapi juga untuk menciptakan pusat ekonomi yang produktif. 

Oleh karena itu, Kementerian Transmigrasi juga berfokus pada penguatan sektor-sektor yang dapat mendatangkan pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat transmigrasi.

“Kami ingin agar kawasan transmigrasi ini menjadi tempat yang lebih produktif. Bahkan beberapa kawasan yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual tinggi kini sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan,” ungkap Iftitah. 

Ia memberi contoh peningkatan nilai tanah transmigrasi yang dulunya hanya bernilai beberapa ribu rupiah, kini bisa mencapai satu juta rupiah per meter persegi di beberapa daerah.

Transformasi ini menunjukkan keberhasilan pendekatan baru yang lebih fokus pada penguatan ekonomi lokal. Dengan menciptakan peluang kerja, serta memastikan bahwa ekonomi yang dibangun tidak merusak lingkungan, Kementerian Transmigrasi berharap dapat menciptakan daerah-daerah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Mengatasi Tantangan dan Membuka Peluang Ekonomi Baru

Tantangan terbesar dalam program transmigrasi adalah bagaimana agar masyarakat yang baru dipindahkan dapat beradaptasi dengan lingkungan dan menemukan mata pencaharian yang layak. 

Untuk itu, pemetaan potensi ekonomi yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap transmigran memiliki akses ke peluang yang dapat membantu mereka bertahan hidup dan berkembang.

Iftitah menegaskan pentingnya peran masyarakat lokal dalam pengembangan ekosistem ekonomi baru ini. Pemerintah berkomitmen untuk membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat di sekitar kawasan transmigrasi, dengan memperhatikan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat ekonomi yang menguntungkan.

“Program transmigrasi sekarang ini adalah program yang lebih holistik. Kami tidak hanya memberikan lahan, tetapi kami juga membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” kata Iftitah. 

Ia menambahkan bahwa penciptaan nilai tambah melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada menjadi kunci penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi.

Terkini