Update Harga Nikel Meroket Akibat Pembatasan Kuota Produksi Global

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:24:52 WIB
Update Harga Nikel Meroket Akibat Pembatasan Kuota Produksi Global

JAKARTA - Harga nikel dunia kembali menunjukkan tren kenaikan yang signifikan dalam beberapa sesi terakhir. 

Hal ini terjadi setelah tambang nikel terbesar di Indonesia menerima kuota produksi yang jauh lebih rendah tahun ini. Kenaikan ini mendorong harga nikel acuan di pasar internasional melonjak hingga mencapai titik tertinggi sejak akhir Januari 2026.

Pada sesi perdagangan terbaru, harga nikel tiga bulan di London Metal Exchange naik hampir tiga persen. Logam ini digunakan untuk industri baja tahan karat dan baterai isi ulang, sehingga kenaikan harga berpotensi berdampak pada sektor manufaktur dan energi. Para analis menilai, langkah Indonesia untuk mengurangi pasokan merupakan faktor utama di balik kenaikan harga ini.

Selain nikel, logam lain seperti tembaga juga mengalami kenaikan harga. Tembaga naik 0,6 persen dan menembus level tertinggi satu minggu. Kondisi ini menunjukkan sentimen positif di pasar logam global akibat berkurangnya pasokan dari produsen utama.

Pengaruh Kuota Produksi Terhadap Pasokan

Perusahaan tambang internasional mengumumkan alokasi produksi nikel yang lebih rendah untuk tahun ini. Usaha patungan antara beberapa perusahaan termasuk PT Weda Bay Nickel, Tsingshan, dan PT Antam hanya menerima kuota 12 juta ton metrik basah. Jumlah ini turun signifikan dibandingkan kuota tahun sebelumnya yang mencapai 32 juta ton basah.

Penurunan kuota produksi ini dipandang sebagai upaya pengendalian pasokan agar harga tetap stabil. Perusahaan juga berencana mengajukan revisi kuota produksi untuk menyesuaikan kebutuhan pasar. Strategi ini diharapkan dapat memaksimalkan pendapatan tanpa harus memproduksi secara berlebihan.

Efek dari pengurangan kuota produksi ini langsung terlihat pada pasar internasional. Harga nikel meningkat sekitar 22,8 persen dalam dua bulan terakhir. Para pelaku pasar menilai Indonesia kini memiliki pengaruh kuat terhadap harga nikel global, bahkan lebih dominan dibandingkan beberapa produsen logam lain.

Peran Indonesia dalam Industri Nikel Global

Indonesia menguasai sekitar 60 persen produksi nikel dunia. Hal ini menjadikan negara ini memiliki posisi strategis dalam industri nikel, serupa dengan pengaruh OPEC pada minyak. Pemerintah dan perusahaan Indonesia menyadari bahwa pengendalian produksi dapat memengaruhi harga global secara signifikan.

Dengan posisi dominan ini, Indonesia dapat menentukan strategi produksi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Langkah pengurangan pasokan diharapkan tidak hanya mengamankan pendapatan nasional, tetapi juga menjaga stabilitas pasar logam internasional. Keputusan ini menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam mengelola komoditas strategis.

Selain itu, pengalaman Indonesia dalam mengelola nikel juga menjadi acuan bagi produsen lain di Asia Tenggara. Produsen global kini mengamati kebijakan Indonesia untuk menyesuaikan strategi pasokan dan produksi mereka. Dampak jangka panjangnya diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara kebutuhan domestik dan pasar internasional.

Dampak terhadap Pasar dan Investasi

Kenaikan harga nikel memengaruhi berbagai sektor, termasuk industri baterai dan baja tahan karat. Perusahaan hilir akan menyesuaikan harga jual produk mereka untuk menutupi biaya produksi yang meningkat. Investor pun memantau pergerakan harga logam ini sebagai indikator potensi keuntungan di pasar komoditas.

Surplus nikel global diperkirakan masih akan terjadi meski Indonesia menekan produksi. International Nickel Study Group memperkirakan surplus sekitar 261.000 ton tahun ini. Meskipun demikian, posisi dominan Indonesia tetap mampu menstabilkan harga dan memengaruhi strategi perdagangan global.

Selain itu, kontrak futures di pasar nikel menunjukkan adanya posisi short yang signifikan. Satu entitas tercatat memiliki posisi short mencapai 20 hingga 29 persen dari open interest. Kondisi ini menambah dinamika pasar dan menuntut investor untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Strategi dan Prospek Produksi Nikel

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pengurangan kuota produksi adalah langkah strategis. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan global. Strategi ini juga dimaksudkan untuk memastikan pendapatan maksimal dari komoditas nikel bagi negara.

Perusahaan tambang lokal dan internasional diharapkan mengikuti arahan pemerintah terkait kuota produksi. Mereka dapat mengajukan revisi jika ada kebutuhan pasar yang meningkat. Dengan demikian, produksi nikel tetap fleksibel namun tidak mengganggu harga global.

Selain pengurangan kuota, pemerintah juga fokus pada pengembangan teknologi pengolahan nikel. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Dengan inovasi dan kebijakan yang tepat, nikel Indonesia diharapkan tetap menjadi komoditas strategis yang menguntungkan.

Kebijakan pengurangan kuota juga diiringi pemantauan ketat terhadap produksi dan ekspor. Pemerintah memastikan bahwa seluruh kegiatan tambang tetap sesuai dengan regulasi dan target strategis. Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas industri nikel sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Terkini